Minggu, 25 November 2012

Akhirnya, hari ini, Senin 26 November aku bisa ngisi kabar di Blogg-ku kembali... Syukur kepada Allah atas jalan terang-Nya.... Terima kasih Tuhan...

Berikut sebuah tulisan copas dari teman.... semoga bermanfaat untuk kita ...
Kelebihan Seorang Pemula
 
Sudah berapa lama Anda bekerja? Tentu Anda sudah menjadi ahli dalam profesi yang Anda jalani. Tidak diragukan lagi jika keahlian Anda itu menjadi kelebihan, sekaligus faktor keunggulan Anda. Wajar. Jika semakin lama kita bekerja, semakin meningkat keahlian, keterampilan, maupun pengalaman kita. Wajar juga, jika dengan semua kelbihan itu kita bisa mendapatkan bayaran yang lebih tinggi. Namun, ada kelemahan kronis yang sering dimiliki oleh para profesional berpengalaman seperti kita. Apakah itu? Antusiasme. Untuk soal yang satu ini, kita sering kalah jauh dibandingkan dengan para pemula. Makanya, dengan segudang pengalaman itu; kita sering cepat loyo. Cepat mengeluh. Dan cepat melemah. Setiap kali menghadapi situasi yang kurang menyenangkan di tempat kerja; kita, menjelma menjadi professional handal yang lembek. Tidak seperti para pemula yang selalu menggelora itu. Ataukah Anda masih antusias seperti mereka?
 
Ijinkan saya menceritakan sebuah kisah nyata. Tentang seorang karyawan yang baru saja diterima bekerja di sebuah perusahaan besar. Perusahaannya yang besar. Kalau gajinya sih, pas saja. Maksudnya; pas-pasan saja. Pas untuk membayar kontrakan, pas untuk makan sehari-hari. Pas untuk membayar ongkos naik bis. Tidak ada lagi yang bersisa. Memang hanya itu yang bisa dijangkaunya dengan gaji bulanan yang diterimanya. Tetapi dalam keserba ‘pas’-an itu sang karyawan baru seneng saja menjalani pekerjaannya. Setiap hari, dia bangun pagi-pagi sekali. Bergegas mandi, lalu segera pergi menaiki  metro mini yang sejalur dengan arah kantornya. Bukan hanya berusaha supaya bisa datang di kantor sebelum jam delapan, dia bahkan menjadi orang yang datang paling pagi. Anda boleh memberinya nama Mr. A.
 
Selain Mr. A ada juga Mr. B. Beliau ini sudah punya pengalaman kerja yang banyak. Bahkan sekarang gajinya hampir 10 kali lipat Mr. A. Tentu sudah tidak termasuk pas-pasan lagi. Sudah lebih dari cukup untuk menjalani hidup. Adapun soal keluhan-keluhannya mengenai gaji yang tidak pernah cukup, itu disebabkan karena dia sendiri yang gemar bergonta ganti gadget. Setiap kali ada yang baru, dia menukarnya meskipun sebenarnya gadget yang dia punya juga masih tergolong baru. Tak ragu dia menggunakan kartu kreditnya untuk mencicil ini dan itu. Jadi, tidak bisa menyalahkan perusahaan jika gajinya tidak kunjung bersisa. Toh perusahaan sudah membayarnya dengan harga yang pantas. Anehnya, dengan bayaran yang tinggi itu dia masih suka mengomelkan pekerjaannya. Setiap hari, dia bangun santai saja. Lalu, menyalahkan kemacetan di jalanan sebagai biang keladi keterlambatannya tiba di kantor.
 
Mr. A sekarang sudah mencicil motor. Mr. B sekarang sudah mendaptkan mobil dari kantor. Dengan sepeda motor cicilannya Mr. A bisa menghemat pengeluaran karena naik angkutan umum bisa menghabiskan biaya tiga kali lipat dibandingkan membeli bensin satu tengki untuk 3 hari. Dan dia semakin bersemangat saja pergi ke kantor, karena sekarang dia bisa punya sisa dari gaji. Sekaligus bisa mengefektifkan waktu perjalanan sehingga sekarang, dia tiba dikantor lebih pagi lagi. Sedangkan Mr. B semakin sering terjebak kemacetan. Sehingga semakin sering lagi terlambat datang ke kantor. Mr. A, tidak pernah terlambat karena dia sadar bahwa sebagai seorang pegawai kecil; dia harus menunjukkan kesungguhan. Dan dia bersyukur, perusahaan mau menerimanya bekerja disana. Sedangkan Mr B, tahu betul kalau dirinya adalah orang yang penting bagi perusahaan. Sehingga saking pentingnya, perusahaan tidak akan bisa menegurnya. Dia menganggap bahwa perusahaan beruntung punya karyawan seperti dirinya.
 
Di bulan Desember, Mr A dan Mr. B menjalani performance appraisal dengan atasannya masing-masing. Mr. A sadar jika penilaian atasan merupakan masukan penting bagi dirinya agar bisa menjadi karyawan yang lebih baik lagi. Sedangkan Mr. B sadar benar jika perusahaan mesti lebih banyak lagi mendengarkan dirinya sehingga dia menang mutlak saat beradu argument dengan atasannya tentang penilaian itu. Walhasil, di bulan April; Mr A dan Mr B mendapatkan surat kenaikan gaji. Masing-masing, mendapatkan kenaikan gaji 10%. Meskipun persentasenya sama, tapi absoultnya berbeda karena basis angkanya berbeda. Kenaikan 10% dari gaji 10 juta kan menghasilkan tambahan 1 juta. Sedangkan 10% dari gaji satu setengah juta ya hanya seratus lima puluh ribuh rupiah saja. Meskipun begitu, Mr. A berujud sambil berurai air mata bisa mendapatkan kenaikan gaji double digit. Sedang Mr. B mempertanyakan, kenapa sih kenaikan gaji kok cuman 10% saja?!!!
 
Mr. A bertekad untuk bekerja lebih baik, karena perusahaan sudah baik memberinya kenaikan gaji double digit. Maka kerjanya pun semakin giat. Semakin bersemangat. Semakin hebat. Sedangkan Mr. B mengirim pesan chating pada temannya di perusahaan lain;”ditempat elo kenaikan gaji berapa persen?”. Ketika temannya menjawab “15%” kepalanya langsung puyeng. Lalu mengetik pesan ini:”Sialan, ditempat gue cuman 10%. Bego nih perusahaan. Nggak menghargai karyawannya.”
 
Temannya membalas:”Kan setiap perusahaan beda policy dan kemampuannya….” Lalu dia pun kembali menimpali dengan ping begini:”Kalau gini sih ngapain gue bertahan disini. Ditempat elo ada lowongan nggak…..?”
 
Mr. A dan Mr. B. Menjalani dua kondisi yang berbeda. Yang baru bekerja, dan yang berpengalaman lama. Yang harus mencicil motor pribadi, dan yang mendapatkan fasilitas mobil dari perusahaan. Yang gajinya UMR pas-pas, dan yang gajinya eksekutif plus-plus. Yang tempat kerjanya di kubikal sumpek, dan yang tempat kerjanya ruang kantor tertutup berAC sejuk. Yang seragamnya itu-itu saja, dan yang dasi dan jasnya berganti-ganti. Yang kenaikan gajinya hanya beberapa ratus ribu rupiah saja. Dan yang kenaikan gajinya bernilai jutaan.
 
Jelas sekali kondisi Mr A berbeda jauh dengan kondisi Mr. B. Sekarang, siapakah yang paling bisa menikmati hidup. Siapakah yang paling baik menjalankan pekerjaannya. Siapakah yang paling mencintai pekerjaannya. Dan. Siapakah yang paling menghargai kebaikan-kebaikan perusahaannya?
 
Anda, apakah termasuk Mr.A itu. Ataukah Mr.B? Apapun pilihannya, hanya Anda sendirilah yang tahu jawabannya. Tetapi, sebelum Anda terlanjur jauh memikirkan jawaban yang paling jujur, izinkan saya untuk memberi tahu Anda bahwa Mr. A dan Mr. B mempunyai sebuah persamaan. Tahukah Anda apa persamaan diantara mereka? Ketahuilah bahwa Mr. A dan Mr. B itu adalah orang yang sama. Kisah ini adalah tentang seorang pribadi, bukan dua. Seorang manusia. Seorang saja.  Hanya saja, mereka berada pada periode waktu yang berbeda. Mr. A adalah gambaran kehidupan kerjanya ketika baru diterima di kantor itu. Sedangkan Mr.B adalah gambaran kehidupan kerjanya beberapa tahun kemudian. Dapatkah Anda menemukan orang-orang seperti Mr. A dan Mr. B di tempat kerja Anda? Ataukah, mungkin Anda sendiri adalah Mr.A dan Mr. B itu? Jawaban terbaiknya, hanya Anda sendiri yang mengetahui.
 
Sekalipun demikian, ada jenis karyawan lain yang setelah menjalani fase masa kerjanya sebagai Mr. A, dia berevolusi menjadi Mr. C. Yaitu orang yang antusiasmenya tidak pernah luntur barang sedikitpun. Profesional yang meskipun pengalaman, dan masa kerjanya terus bertambah; tetapi selalu bisa menjaga komitmennya kepada pekerjaan. Eksukutif yang meskipun sudah menapak semakin tinggi dengan beragam fasilitas yang diberikan oleh kantornya; dia masih tetap memelihara rasa syukur, kecintaan, dan dedikasinya terhadap pekerjaan dan perusahaan.
 
Setelah melalui fase sebagai Mr A itu; Anda ingin menjadi pribadi yang lebih dekat dengan gambaran Mr. B, ataukah Mr. C? Hanya Anda sendirilah yang berhak menentukannya. Kenapa? Karena masa depan Anda. Kualitas hidup Anda. Dan nilai pribadi Anda. Adalah teritori yang hanya Anda sendirilah yang berhak menentukannya. Namun apapun pilihan Anda; hendaknya Anda tidak pernah membuang segala kelebihan dan sikap positif yang pernah Anda miliki. Sebagai seorang pemula. Karena setiap pemula, mempunya kelebihan yang sering tidak dimiliki lagi; ketika dia, sudah tidak menjadi pemula lagi.
 
Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman 26 November 2012
Leadership and Personnel Development Trainer

Jumat, 07 Januari 2011

TAHUN BARU 2011, TAHUN PENUH BERKAT

TAHUN BARU 2011, TAHUN PENUH BERKAT

Tahun 2010 telah berlalu dengan berbagai kenangan, ada pahit, ada manis, ada sengak-sengak basah, ada rasa penasaran bergairah. Kita, masuk ke tahun 2011, tahun yang penuh harapan, bahwa tahun lalu hanyalah kenangan dan tahun 2011 ada harapan baru : tahun 2011 adalah tahun berkat untuk pekerjaanku....
”Kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin. Mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok”

Buat Impian Sekarang Juga

Akhir tahun seperti ini adalah saat yang penting untuk introspeksi atas prestasi yang telah kita capai hingga saat ini dan pada saat yang sama berani merencanakan untuk kemakmuran kita di tahun mendatang. Ada ungkapan yang mengatakan : “Barangsiapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka ia merupakan orang yang beruntung. Kalau sama saja, dia adalah orang yang merugi. Kalau lebih buruk, dia adalah orang yang celaka” (yang bener ajeee)

Jadi, mumpung masih ada waktu (kata Abiet G. Ade) mari kita luangkan waktu untuk sejenak menyepi dan membuat big picture, visi atau impian yang kita inginkan untuk kemakmuran kita di tahun mendatang. Atau dalam bahasa agama, mulailah dengan niat dan kemauan.

Sebagai penggugah niat dan semangat kita, mari kita bandingkan, Bill Gates pernah bermimpi suatu saat dapat menghadirkan komputer ke rumah-rumah. Sesuatu yang dianggap sulit diwujudkan pada masa itu. Mimpinya itu hari ini menjadi kenyataan dengan menjadikannya sebagai orang terkaya di dunia. Perlu diingat, mimpi dapat mengubah hidup seseorang. (cfr. Martin Luther King, "I have a dream")

Begitu juga dengan Oprah Winfrey, siapa yang tidak kenal nama ini. Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan seksual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan. Ia memiliki obsesi menjadi manusia sukses yang punya karakter baik dan.... ia berhasil.

Masih banyak lagi kisah-kisah luar biasa berhasil diwujudkan orang-orang sukses karena dalam dirinya tertanam mimpi, obsesi dan harapan. Itulah energi yang menghantarkan mereka ke puncak kesuksesan. Mereka berhasil keluar dari derita, mereka berhasil mendobrak pintu kelemahan, mereka mampu mewujudkan harapannya menjadi kenyataan.

Mulailah membuat impian sekarang juga dan raih keajaiban dalam kehidupan kita berikutnya yang lebih baik, lebih makmur dan lebih bermanfaat.

Terus Optimis

Meminjam ulasan dari mentor bisnis terkemuka Surabaya, Tanadi Santoso di Business Wisdomnya tentang pernyataan gurunya para guru bisnis, Peter Drucker. Guru bisnis top dunia yang berusia 90 tahun itu mengatakan : “Orang bisa melihat gelas isinya setengah penuh dan bukan setengah kosong. Yang membedakan adalah mood atau sikap kita terhadap kondisi saat itu”.

Pernyataan itu merupakan sebuah cerita tentang attitude atau sikap kita seperti halnya postingan saya terdahulu tentang “Adakah Peluang : “THEOPPORTUNITYISNOWHERE”?. Bagimana kita memandang hidup ini, bagaimana kita harus melihat kalau ada gelas isinya cuma setengah air. Pertanyaannya adalah, apakah itu half full (setengah penuh) atau half empty (setengah kosong).

Orang yang optimistis akan selalu mengatakan kalau gelas itu is half full, sementara orang pesimistis akan mengatakan kalau gelas itu is half empty. Kenyataannya gelas itu memang setengah berisi air dan setengahnya lagi kosong, tetapi persepsi dari orang-orang itu yang berbeda-beda.

Hal ini sangatlah menarik untuk kita renungkan di akhir tahun ini. Kalau kita orang yang optimistis, maka kita menjalani kehidupan ini dengan segala nilai positif, kemauan dan passion yang ada dalam diri kita serta kemauan yang kuat untuk selalu maju. Atau akan kita pinjam iklan merk motor Yamaha, “Semakin Di Depan”. Sedangkan kalau orang pesimistis, mungkin saja benar bahwa gelas itu is half empty. Tetapi orang pesimistis sangat susah melewati hidupnya karena dia harus melewati hidupnya dengan segala kemurungan, kesedihan dan kesusahannya.

Sekali lagi Peter Drucker mengingatkan kita, bahwa : “Dalam kenyataannya kitapun tak bisa mengubah hal itu. Kita tidak bisa mengubah fakta. Tetapi kalau kita melihat dengan cara yang lain, maka kita akan mempunyai sebuah meaning yang berbeda dalam melihat persoalan tersebut”.

Sangat penting untuk melihat dan mempunyai sikap atau attitude yang tepat dan baik dalam kita melakoni kehidupan dan bisnis ini. Spektrum kita dalam melihat kehidupan ini haruslah luas dan dari berbagai sisi. Bukankah Allah telah menyuruh kita untuk selalu mengingat-Nya baik dalam keadaan berdiri, duduk dan bahkan berbaringnya kita dan itu dihubungkan dengan proses penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam serta ciri orang yang berakal. Dan itu menurut saya adalah isyarat bahwa kita harus “meluas” dalam berfikir sehingga tindakan kita benar dan bernilai.

Be Positively With Your Style

Terkait dengan sikap positif, saya sangat tertarik dengan brand yang sekarang sedang dikampanyekan oleh merk minuman terkemuka, Coca-Cola dengan slogannya : “Live Positively”. Dengan penggambaran yang sederhana dimana seorang anak yang begitu bangganya dengan bapaknya dan begitu pula sang bapak selalu berkontribusi positif bagi pekerjaan dan lingkungannya.

Energi kita lebih baik digunakan untuk berfikir positif saja terutama untuk mengawali tahun ini, biarlah para pengamat saja yang berfikiran negatif. Jangan pernah toleransi masuknya fikiran negatif ke dalam diri kita karena bencana yang dihadirkan di kemudian hari lebih hebat dari bencana erupsi “wedhus gembel” Merapi dan bahkan lebih besar dari bencana tsunami. Gak percaya ? Coba saja kalau mau he..he.

Untuk menyikapi hal ini, seorang politisi dan pengusaha, Anis Matta pernah mengatakan : “Lupakan masalah dan fokuslah pada peluang”. Kata beliau, melupakan masalah adalah pertahanan terbaik agar kita bisa melakoni kehidupan saat ini dan disela-sela itu kita merencanakan untuk kehidupan masa depan kita yang lebih baik dengan selalu melihat dan mendengar peluang yang selalu berseliweran di sekitar kita.

Saya kemarin barusan membaca profil seorang pengusaha muda yang berhasil mengangkat kasta cilot atau penthol dari jajanan kaki lima rendahan menjadi kelas mall yang omsetnya jutaan rupiah. Dia yang sudah mapan menjadi sales mobil dengan penghasilan lumayan besar, berani keluar dari pekerjaannya dan fokus jualan penthol dengan merk : “Penthol Urat Cak To”. Ini terjadi karena jelinya melihat peluang dan selalu berfikir positif dan percaya bahwa dirinya bisa sukses dari jualan penthol.

Menurut Ippho Santosa dalam bukunya “10 Jurus Terlarang”, mengatakan bahwa ada tiga tahapan yang mesti dilalui untuk dapat berfikir dalam kerangka yang positif secara total, yaitu :

Pertama, cobalah berfikir positif kepada Allah (Vertical Positivety) . Artinya kita sungguh-sungguh percaya bahwa apa saja yang kita alami adalah pemberian Allah yang terbaik bagi kita. Karena Allah itu sangat terkait dengan persangkaan umatnya. Kalau di pikiran kita yakin sukses maka semoga demikian adanya begitupun sebaliknya.

Kedua, cobalah berfikir positif terhadap diri sendiri (Inner Positivety). Artinya, Di tangan-Nya segala sesuatu adalah mungkin. Seandainya anda dititipi kekuatan oleh-Nya, maka sebenarnya anda mampu meraih apa saja kendati terkesan mustahil bagi siapapun. Sekali lagi jangan pernah meremehkan visi dan potensi diri kita. Karena kita diciptakan Allah adalah sebaik0baiknya kejadian.

Ketiga, berfikir positif terhadap orang lain (Horizontal Positivety). Dengan berbekal positivety terhadap orang lain, maka orang itu akan bersikap terbuka, percaya, kolaboratif dan bahkan mempersembahkan best shot-nya untuk kita. Selain itu positivety akan mengantarkan kita pada posisi mood and feel good.

Untuk menyambut datangnya tahun baru 2011, mari kita sejenak merenungkan sudah sampai mana diri kita dan sebesar apa pengabdian kita kepada Allah yang memberi hidup dan kehidupan kepada kita selama tahun ini. Dan kemudian menatap masa depan dengan segera merajut impian dan meretas kehidupan dengan selalu optimistis dan berfikir serta bertindak dengan positif. Kebahagiaan, kesuksesan dan kemakmuran akan tinggal menunggu waktu.

Marilah di tahun baru 2011 kita yakin dan percaya bahwa impian kita itu akan menjadi kenyataan, kalaupun tidak 100%, ya.... boleh 20%. Disertai usaha yang maksimal dan doa yang tak kunjung putus... bukan mustahil impian akan menjadi kenyataan. Amin.

(Untuk istriku dan kedua anakku: berkembanglah terus, mari kita sambut tahun 2011 dengan hati yang gembira dan semangat.) , seperti nyanyian berikut yang diambil dari mazmur:

Hati yang gembira... adalah obat

seperti obat hati yang senang

namun semangat yang patah keringkan tulang

hati yang gembira.... Tuhan senang.

Minggu, 16 Mei 2010

Pernikahan Ermina Kurniawati & Paulus Lasimin (14 Mei 2010)

Maka, demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu....

Pengantar
Setiap manusia memiliki hak yang disebut hak asasi, hak yang dimilikinya tanpa didapatkan dari orang lain, tetapi hak itu dengan sendirinya memang dia dapatkan sejak manusia itu ada, sejak dalam kandungan ibu. Manusia berhak menentukan jalan hidupnya sendiri. Dia boleh menikah dan juga boleh tidak menikah. Dia tidak bisa dan bahkan tidak boleh dikekang oleh orang lain, sekalipun orang tua dan (lebih ekstrim) suami atau istrinya sendiri. Dia boleh menentukan jalan hidup yang akan dilaluinya.
Tuhan Engkau sungguh maha kuasa. Segala ciptaan-Mu tidak ada apa-apa bagi-Mu. Kami mengakui bahwa kami tak berharga sama sekali di hadapan-Mu.
Hari Jumat, tanggal 14 Mei 2010 itu akhirnya datang juga... Waktu yang telah lama dinantikan bagi Wati dan Lasimin akhirnya terpenuhi. Setelah melalui perjuangan hidup yang panjang, dengan mengikuti KPP di tingkat Stasi Punggur, mengurus ke catatan sipil, koordinasi dengan Wanita KAtolik cabang Punggur, dan banyak lagi toh... hasil jerih payah itu tidak sia-sia.
Mereka berdua saling menerimakan sakramen pernikahan di gereja St. Yosep Pekerja - Punggur, Paroki Metro. Perayaan Ekaristi mulai pukul 09.15 WIB dipimpin oleh Pst. Agustinus Iswanto, Pr.
Perayaan berjalan dengan lancar dan khidmat. Sebuah keluarga bisa dilambangkan dengan perjalanan sebuh biduk yang berlayar ke tengah lautan luas. Sang nakhoda (berdua) belum tahu apa yang akan terjadi dengan cuaca dan kapal di tengah lautan nanti.
Makna Cincin Pernikahan
Kupinang hatimu dengan ketulusan, kutandai dan kuhiasi jemarimu dengan sebuah cincin, menepikan hati dan jiwa pada keabadian. Kalimat seperti ini mungkin hanya merupakan penggalan dari beberapa kalimat yang mengukuhkan makna cincin dalam sebuah hubungan. Cincin merupakan sebuah tanda cinta. Simbol pertalian 2 hati yang saling berbagi dan melengkapi. Mas kawin pernikahan, pinangan, pertunangan atau ungkapan rasa seseorang terhadap kekasihnya umumnya ditandai dengan sebuah cincin. Cincin seakan mengukuhkan kesakralan sebuah pertautan hati. Sedalam itukah maknanya? Para peneliti purbakala menduga bahwa cincin berasal dari gelang yang dikenakan para wanita yang ditawan di zaman primitif. Lingkaran gelang di kaki dan lengan para wanita itu, perlahan-lahan dianggap sebagai pengikat yang menunjukkan bahwa wanita itu menjadi milik seorang pria dalam suku yang menawannya. Karena perkembangan aktivitas mereka, gelang-gelang tersebut kemudian diubah menjadi sebuah cincin. Tidak ada tahun yang pasti mengenai penggunaan cincin sebagai pengikat hubungan dua insan yang saling mengasihi. Berdasarkan penelusuran sejarah purbakala, bangsa Mesir merupakan orang pertama yang mengenakan cincin kawin dalam pernikahan. Baru pada tahun 900-an, para penganut Kristiani menggunakan cincin sebagai ikatan suci pernikahan.
Mengapa cincin berbentuk lingkaran? Dalam tulisan hieroglif, lingkaran berarti keabadian.Cincin kawin dianggap sebagai lambang pernikahan yang abadi. Selanjutnya, cincin juga dianggap akan mengabadikan hubungan dua orang yang saling mencintai.
Secara filosofis, lingkaran merupakan lambang kelengkapan. Allah Bapa menciptakan bumi ini seperti lingkaran, bulat dan berputar. Semua telah Dia sketsa dengan sempurna agar hamba-Nya mau memutar pikirannya untuk membaca, menggerakkan lidahnya untuk berbicara, melangkahkan kakinya untuk mencari, mengayunkan tanganya untuk mencoba-berusaha dan menyandarkan hatinya pada doa yang tiada henti. Telah dicipta sebuah wacana Yang Maha Sempurna bahwa hidup tak selalu sama. Hubungan antarmanusia tak pernah berdiam di satu titik yang pasti. Kebahagiaan, kedukaan dan kematian, selalu berputar mengitari lingkaran hidup. Manusia hanya bisa memprediksi, menjalani dan berharap keabadian pertalian itu, tanpa bisa menentukan akhir cerita yang diperankannya. Lingkaran itu tak pernah berujung, dan sebuah cincin adalah harapan untuk selalu melingkari hati yang dikasihi.
Cincin juga identik dengan keindahan, terutama bagi jari pemakainya. Jari manis seorang perempuan merupakan pasangan serasi sebuah cincin untuk mengikatkan ketulusan. Bagi orang Yunani Kuno, mengenakan cincin di jari manis dipercaya akan mengalirkan energi positif pada vena yang melewati jari tersebut ke jantung. Pantesan, banyak perempuan yang berdebar-debar jantungnya dan akhirnya luluh perasaannya ketika dipasangkan cincin di jari manisnya. Mitos apa fakta ya? Yang realistis sih gini. Jari manis lebih sedikit digunakan daripada jari-jari yang lain, sehingga lebih nyaman mengenakan cincin atau hiasan lain di jari manis itu. Ya, langgeng tidaknya sebuah hubungan tidak bergantung kepada sebuah cincin. Sebuah benda mati tidak akan mengalahkan kekuatan hati, hanya ketulusan dan pengertian yang bisa menjaga keutuhan dua hati. Keabadian sejati hanya milik Yang Maha Abadi.
Doaku:
Tuhan Yesus, berilah kekuatan yang baru bagi keluarga baru ini (dan keluarga-keluarga baru lainnya) agar dalam menempuh hidup dan menghadapi tantangan ini dapat mereka hadapi dengan hati yang tabah dan sabar. Semoga karena bimbingan Roh Kudus, mereka mampu mengatasi segala cuaca di tengah lautan kehidupan, dan sang nakhoda mampu mengarahkan biduk itu menuju tanah terjanji, yang dijanjikan oleh-Mu sendiri, yaitu kebahagiaan.
Wati (adikku) dan Lasimin : "SELAMAT MENEMPUH HIDUP YANG BARU" tinggalkan kebiasaan lama yang tidak berguna, dan tetap sabar, tegar dalam menghadapi pergolakan dunia yang makin lama makin tidak ringan.
Tuhan Yesus memberkatimu.

Penantian itu akhirnya datang juga ... (15 April 2010)

Hidup adalah perjuangan.
Hidup itu perlu diperjuangkan dan (tabu) bagi saya kalau hidupku merupakan hadiah dari orang lain, bukan dari kerja kerasku, sehingga aku menjadi seperti sekarang ini.
Bagaimanapun aku harus berjuang... berjuang dan berjuang....
Kalau aku keras terhadap kehidupan ini maka, kehidupan akan lunak terhadapku, namun sebaliknya, bila aku lunak terhadap kehidupan ini, maka dengan sendirinya kehidupan itu akan keras terhadapku... dan aku akan jatuh terjerembab, masih tertimpa beban berat yang akan bawa, entah beban fisik, maupun beban rohani dan psikis...
Memang benar, kata bapa pendiri bangsa ini (founding father), Bung Karno bahwa beban akan ringan bila yang kita hadapi adalah musuh dari bangsa lain, namun beban akan sungguh-sungguh sangat berat bila musuh yang kita hadapi adalah bangsa kita sendiri.

Hari ini, Kamis tanggal 15 April 2010 benar-benar hari yang bersejarah dalam hidup pribadiku. Sebuah moment di mana setitik kecil sejarah hidupku dihiasi oleh suatu keputusan kepala sekolah dasar Asisi yang memutuskan untuk aku. Aku tidak 'dipakai' untuk mengajar di SD tersebut.... Entah apa yang terjadi, yang melatarbelakanginya..????? Yang jelas aku dengan ikhlas dan pasrah menerima, tanpa protes apapun. Semoga keputusan seperti ini selalu diilhami oleh Roh Kudus, sehingga tidak ada pretensi negatif terhadapku sehingga pihak sekolah membuat keputusan tersebut dengan sadar dan tidak ada cacat sedikitpun. Seandainya ada cacat, maka semoga Roh Kudus mengkoreksi, dengan memberi teguran yang membangun bagi orang yang bersalah, entah dengan cara apa aku tidak tahu.
Di sisi lain sejarah dalam keluarga besar di Lampung hari yang sama, terjadi kebakaran hebat, yang menghanguskan pakaian dan meja tempat pakaian diletakkan. Ada apa itu? Roh Kuduskah?

Selasa, 13 April 2010

Harapan Tahun Ajaran Baru 2010-2011

Bagi sebagian guru, ini yang aku alami, di menjelang akhir tahun pelajaran ada hal yang membuat nggak enak. ini pengalaman yang kualami, yang saat ini menyandang status sebagai guru honor (terhormat atau dihormati), walaupun kadang tidak dihormati sebagai guru (honorabillis).
Banyak sesama guru yang ketar-ketir atau betapa bahagia mereka karena mereka sudah mendapat keputusan untuk lanjut "dipakai" atau di-cut alias tidak lanjut dipakai menjadi guru di sekolah tertentu.
Guru, saat ini seolah bukan pekerjaan yang bergengsi. Karena kulihat dari tempat kerjaku, yang menjadi guru tidak imbang perbandingannya antara yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Dan, kenyataannya banyak yang perempuan....

Demikian juga rasa keadilan seakan mengoyak nurani, ketika ada guru yang baru masuk - secara otomatis langsung menjadi guru tetap, dengan mudahnya melenggang seakan tidak ada beban (dosa). Sementara di sekolah ini ada yang berjuang sebagai honor tadi, sudah bahkan 5-8 tahun, ternyata ujung-ujungnya kandas juga tidak dipakai.

Di manakah akar permasalahannya?

Aku bukan pembuat keputusan... aku juga tidak punya kuasa apapun, selain aku memiliki hak untuk meneladan Sang Guru Abadi, yang telah rela mati untuk dosa manusia. Dialah Yesus Kristus, Sang Guru Sejati... dimana siapapun yang mau mengikuti dan meneladani cara hidupnya dipersilahkan... monggo.... tanpa syarat dan tanpa sogokan untuk masuk menjadi murid-Nya.
Orang yang punya kuasa seakan bermain seluas-luas kekuasaannya... tanpa memandang sejauh mana sisi positif yang telah dilakukan dan dimilikinya.
Sepertinya pihak yang punya kuasa untuk menentukan hidup seseorang atau keluarga seseorang itu, mereka dengan mudah memutuskan terus dipakai atau tidak terus dipakai itu berdasarkan tes Psikologi. Memang perlu sih.... tapi adakah guru ideal itu di dunia ini, selain Tuhan Yesus sendiri.
Begitu jatuh bangunnya diriku untuk berusaha sekuat mungkin untuk tidak marah, tapi ada yang memandang guru itu lembek, tidak punya ketegasan...
Ada yang memandang guru itu mudah memberi nilai, tapi ada yang memandang guru itu murahan... Dan masih banyak litani guru yang lain, yang menyudutkan eksistensi guru itu sendiri....

Suatu saat akudan teman-teman dengan para siswa SD mau berangkat camping rohani (8-10 April 2010) ke PGI Cipayung. Suatu saat anak-anak antri untuk masuk bus,ternyata ada orang tua yang menanyai, "Bapak guru rombongan ini?". Lalu saya jawab, "Ya". tanpa basa-basi dan tanpa permisi, dan pasti tidak kenal saya, juga saya tidak mengenalnya, langsung bapa itu tanpa rasa tahu diri memarahi,"Atur dong, gimana sih jadi guru.... nggak bisa diteladani"!Capek deh...
Siang bolong... habis mengajar anak-anak... tahu-tahunya aku dimarahi di depan orang banyak....

Begitulah nasib guru...
Aku di akhir tahun pelajaran ini mengalami kegetiran hati, bukan kekuatiran... Aku harus dinilai untuk layak memberikan pengajaran atau tidak, sementara dapurku harus mengepulkan asap kehidupan.... Harapanku: semoga... apapun yang terjadi aku diberi iman sebesar iman Bunda Maria, yang begitu kuat dan dengan tegas mengatakan: "Terjadilah padaku menurut perkataanmu...."!

Ya Tuhan berilah kami kekuatan untuk menerima kehendak-Mu melalaui tangan-tangan orang yang berkuasa menentukan keberadaanku di tempat ini, tapi bukan menentukan hidupku... Amin.

Pak dan Bu Polisi, belajarlah dari Pak Hoegeng!

Belajar dari Pak Hoegeng (1921-2004)


Selasa ,13 April 2010
Orang yang mau membersihkan Polisi harus sebersih Polisi Tidur .
Ada guyonan di masyarakat tentang kejujuran seorang Polisi bahwa hanya ada dua polisi yang tidak bisa disuap, yaitu Polisi Hoegeng dan polisi tidur.
Dari pagi ini sampai sore saya menonton berita terkini di metro TV tentang kembalinya SJ (Syarhril Johan) ke Indonesia dari Singapura dan beritatentang Susno yang sempat dibawa ke Mabes Polri untuk diperiksa DivPropam .Dampak dari berita tentang Gayus Tambunan membuat citra Polisi dengan segala Prestasinya seperti tenggelam,Polisi selalu dipersalahkan.
Susno berjanji bisa membersihkan Polri selama 6(enam ) bulan .Tapi apa benar Susno bisa membersihkan polisi? Film Pursuit Of happyness yang dibintangi oleh Will Smith mempunyai makna “saat situasi kondisi memaksa untuk terhimpit /menyerah membuat semangat kita harus terus berjuang dan terus maju.Semangat harus untuk berjuang dan terus maju untuk berubah ke arah yang lebih baik .Situasi yang dihadapi Polisi saat ini harus membuat polisi tetap berjuang dan bersemangat untuk maju! Semangat itu sudah diinspirasi oleh pak Hoegeng saat inilah saat yang paling tepat untuk terus maju dan berjuang untuk perubahan .Polisi ingin dibersihkan perlu figur ,teladan seperti Hoegeng .Untuk Meningkatkan Citra kepolisian yang belakangan ini diperlukan suatu figur kepemimpinan yang bisa dijadikan teladan(role model) .Setelah membaca beberapa buku dan artikel di website figur yang tepat adalah Hoegeng Imam Santoso yang dikenal dengan nama Hoegeng .Belajar dari Pak Hoegeng untuk menjadi Polisi yang dicintai masyarakat ,memang tidak semudah yang diucapkan tapi kenyataan inilah model Polisi teladan yang bisa dijadikan “Tuntunan bukan tontonan ” (bukan seperti sekarang polisi dijadikan Tontonan).Inilah cerita singkat tentang Hoegeng Untuk dijadikan renungan bagi para saya (Bhayangkara )
Kejujuran Hoegeng dalam keseharian maupun di lingkungan Polri tak diragukan lagi. Semua tercatat dalam buku yang diterbitkan Bentang Pustaka, Yogyakarta, Hoegeng. Saat bertugas di Medan, Sumatra Utara (Sumut), banyak peristiwa mencengangkan dilakukan ayah tiga anak ini. Dia mengeluarkan secara paksa perabotan di rumah dinasnya. Perabotan mahalmahal itu ditaruh di pinggir jalan. Kelakuan itu bukan tanpa alasan. Barang-barang itu sebagai pelicin dari cukong agar bisnis ilegalnya berjalan mulus.
Hoegeng juga pernah marah-marah sambil melemparkan berbagai hadiah (parsel) ke luar jendela. Walaupun nilainya kecil, tetap saja itu sogokan, dan pasti ada maunya. Peristiwa itu seperti baru terjadi kemarin sore dan hingga kini melegenda di Kepolisian RI, khususnya di Medan, kata Jenderal Pol Kuntarto yang menjadi kapolda Sumut tahun 1987-1988.Kehadiran Hoegeng di Sumut untuk menumpas bisnis ilegal, penyelundupan, dan judi. Bisnis itu berjalan lancar, karena saat itu ada backing dari oknum tentara dan oknum polisi. Hoegeng kemudian merunut jejak praktik kongkalikong itu. Ia menemukan, ujung-ujungnya adalah Cina Medan. Sedangkan oknum aparat tak lebih sebagai kacungnya. Sebuah kenyataan yang amat memalukan,gumam Hoegeng dengan geram dihalaman 50 buku itu.
Di tangan pria kelahiran Pekalongan ini, para penjudi dan penyelundup tak bisa berkutik. Semua ditangkap, termasuk para backing diproses secara hukum. Sukses di Sumut, Hoegeng mendapat tugas memberantas KKN di Jawatan Imigrasi, lalu menjadi menteri Iuran Negara. Dia pun berhasil menjalankan tugasnya. Lalu dikembalikan ke kepolisian sebagai kapolri menggantikan Soetjipto yang mundur.
Hoegeng dilantik oleh Presiden Soeharto pada 15 Mei 1968. Sebelumnya, Soeharto mengingatkan kepada Hoegeng agar polisi tak memikirkan tugas angkatan lain yang memiliki fungsi tempur. Hendaknya polisi menjalankan tugas sesuai fungsinya, dan jangan ada lagi faksi di kalangan perwira yang membuat persaingan tidak sehat. Hoegeng setuju. Namun, dia juga meminta agar angkatan lain pun tidak mencampuri urusan intern Kepolisian. Soeharto hanya diam. Bahkan hingga berhenti sebagai kapolri, Hoegeng tidak tahu bagaimana sikap Soeharto yang sebenarnya.
Selama Menjadi menjadi kapolri, Hoegeng sangat disiplin. Sebelum jam tujuh pagi sudah datang di kantor. Dari rumah dinasnya di Menteng menuju Mabes Polri di Kebayoran Baru selalu ditempuh dengan rute berbeda. Cara ini dilakukan agar kapolri mengetahui kondisi lalu lintas, termasuk kesiagaan polisi lalu lintasnya. Jika terjadi kemacetan di ja lan, ia tak ragu turun dari ken daraannya mengatur lalu lintas. Hoegeng menjalankan dengan ikhlas, seraya memberi contoh kepada anak buahnya di lapangan.Sebagai pucuk pimpinan Kepolisian, Hoegeng pun dekat dengan masyarakat. Baginya tidak perlu ada gardu penjaga di halaman rumah agar setiap orang tidak merasa takut atau enggan bertamu ke rumahnya. Dia menjadikan rumahnya sebagai rumah komando yang terbuka 24 jam untuk urusan dinas kepolisian.Selama ia menjabat sebagai kapolri ada dua kasus menggemparkan masyarakat. Pertama kasus Sum Kuning, yaitu pemerkosaan terhadap penjual telur, Sumarijem, yang diduga pelakunya anak-anak petinggi teras di Yogyakarta. Ironisnya, korban perkosaan malah dipenjara oleh polisi dengan tuduhan memberi keterangan palsu. Lalu merembet dianggap terlibat kegiatan ilegal PKI. Nuansa rekayasa semakin terang ketika persidangan digelar tertutup. Wartawan yang menulis kasus Sum harus berurusan dengan Dandim 096.
Hoegeng bertindak. Kita tidak gentar menghadapi orangorang gede siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Mahaesa. Jadi, walaupun keluarga sendiri, kalau salah tetap kita tindak. Geraklah the sooner the better, tegas Hoegeng di halam an 95.
Kasus lainnya yang menghebohkan adalah penyelundupan mobil-mobil mewah bernilai miliaran rupiah oleh Robby Tjah jadi. Berkat jaminan, pengusaha ini hanya beberapa jam mendekam di tahanan Komdak. Sungguh berkua sanya si penjamin sampai Ke jaksaan Jakarta Raya pun memetieskan kasus ini. Siapakah si penjamin itu?
Tapi, Hoegeng tak gentar. Di kasus penyelundupan mobil mewah berikutnya, Robby tak berkutik. Pejabat yang terbukti menerima sogokan ditahan. Ru mor yang santer, gara-gara membong kar kasus ini pula yang menyebabkan Hoegeng di pensiunkan, 2 Oktober 1971 dari ja batan kapolri. Kasus ini ter nya ta me libatkan sejumlah pe jabat dan perwira tinggi ABRI (hlm 118).
Bayangan banyak orang, memasuki masa pensiun orang pertama di kepolisian pasti menyenangkan. Tinggal menikmati rumah mewah berikut isinya, kendaraan siap pakai. Semua itu diperoleh dari sogokan para peng usaha.
Ternyata masa menyenangkan itu tidak berlaku bagi Hoegeng yang anti disogok. Pria yang pernah dinobatkan sebagai The Man of the Year 1970 ini pensiun tanpa memiliki rumah, kendaraan, maupun barang mewah. Rumah dinas menjadi milik Hoegeng atas pemberian dari Kepolisian. Beberapa kapolda patungan membeli mobil Kingswood, yang kemudian menjadi satu-satunya mobil yang ia miliki.Pengabdian yang penuh dari Pak Hoegeng tentu membawa konsekuensi bagi hidupnya sehari-hari. Pernah dituturkannya sekali waktu, setelah berhenti dari Kepala Polri dan pensiunnya masih diproses, suatu waktu dia tidak tahu apa yang masih dapat dimakan oleh keluarga karena di rumah sudah kehabisan beras.
Itulah sekadar beberapa catatan kenangan untuk Pak Hoegeng yang baru saja meninggalkan kita. Seorang yang hidupnya senantiasa jujur, seorang yang menjadi simbol bagi hidup jujur, dan simbol bagi kejujuran yang hidup. Ada guyonan di masyarakat tentang kejujuran seorang Hoegeng bahwa hanya ada dua polisi yang tidak bisa disuap, yaitu Polisi Hoegeng dan polisi tidur. Berbagai gebrakan internal ataupun ekternal telah dilakukan dalam rangka membersihkan polisi yang melakukan pelanggaran dan “nakal” dan harus berkomitmen menyeret polisi ke pengadilan jika terbukti bersalah. Keberhasilan dalam membersihkan internal kepolisian akan menjadi poin tersendiri dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian.Setiap waktu pula upaya kepolisian untuk mendongkrak citra positif selalu berpacu dengan masalah opini masyarakat akibat dari masalah Markus Gayus Tambunan . Mestinya pelbagai kejadian buruk bisa berkurang, apalagi polisi sudah dilepaskan dari TNI. Pada masa transparansi, akuntabilitas, dan transisi demokrasi, seperti sekarang ini, jajaran kepolisian dituntut untuk bisa membersihkan berbagai masalah, terlebih lagi korupsi di dalam tubuh polisi itu sendiri. Sebagai salah satu institusi yang memiliki peran besar dalam proses pengamanan dan keamanan negara, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus terus untuk berbenah diri menuju polisi yang profesional.dilema yang dirasakan oleh bhayangkara saat ini adalah satu sisi ingin berubah dan disatu juga masih butuh ”materi” untk kehidupan sehari-hari.Figur seorang pemimpin di tubuh aparat kepolisian di manapun posisinya harus mampu mendorong perbaikan citra polisi secara kualitatif.
Kunci perunbahan terletak pada budaya informal Polisi :perilaku mereka dilapangan seperti budaya 86 ,lapor kambing hilang kandangnya,tidak responsif kalau tidak ada uang bensinya,uang rokok dll.kesimpulannya perilaku yang akan ditanamkan kepada seluruh Anggota Bhayangkara adalah berubahnya karakter pada individu per individu dalam menjalankan tugas dengan pedoman dan figur dari pemimpinnya .supaya bisa merubah budaya informal yang tidak baik dan bisa menjadi agen perubahan POLRI dengan membuat budaya informal yang bernuansa yang baru pada unit yang akan dipimpinnya sehingga dapat meraih hati masyarakat dan memulihkan luka yang telah tertancap lama .

APAPUN yang dikatakan orang,percayalah gagasan dan kata-kata serta tulisan dapat mengubah dunia

Terima Kasih Pak Hoegeng. Perjuangan hidupmu tidak akan sia-sia

Pak/Bu Polisi, belajarlah dari Pak Hoegeng....

Belajar dari Pak Hoegeng (1921-2004)

Selasa ,13 April 2010
Orang yang mau membersihkan Polisi harus sebersih Polisi Tidur .
Ada guyonan di masyarakat tentang kejujuran seorang Polisi bahwa hanya ada dua polisi yang tidak bisa disuap, yaitu Polisi Hoegeng dan polisi tidur.
Dari pagi ini sampai sore saya menonton berita terkini di metro TV tentang kembalinya SJ (Syarhril Johan) ke Indonesia dari Singapura dan beritatentang Susno yang sempat dibawa ke Mabes Polri untuk diperiksa DivPropam .Dampak dari berita tentang Gayus Tambunan membuat citra Polisi dengan segala Prestasinya seperti tenggelam,Polisi selalu dipersalahkan.
Susno berjanji bisa membersihkan Polri selama 6(enam ) bulan .Tapi apa benar Susno bisa membersihkan polisi? Film Pursuit Of happyness yang dibintangi oleh Will Smith mempunyai makna “saat situasi kondisi memaksa untuk terhimpit /menyerah membuat semangat kita harus terus berjuang dan terus maju.Semangat harus untuk berjuang dan terus maju untuk berubah ke arah yang lebih baik .Situasi yang dihadapi Polisi saat ini harus membuat polisi tetap berjuang dan bersemangat untuk maju! Semangat itu sudah diinspirasi oleh pak Hoegeng saat inilah saat yang paling tepat untuk terus maju dan berjuang untuk perubahan .Polisi ingin dibersihkan perlu figur ,teladan seperti Hoegeng .Untuk Meningkatkan Citra kepolisian yang belakangan ini diperlukan suatu figur kepemimpinan yang bisa dijadikan teladan(role model) .Setelah membaca beberapa buku dan artikel di website figur yang tepat adalah Hoegeng Imam Santoso yang dikenal dengan nama Hoegeng .Belajar dari Pak Hoegeng untuk menjadi Polisi yang dicintai masyarakat ,memang tidak semudah yang diucapkan tapi kenyataan inilah model Polisi teladan yang bisa dijadikan “Tuntunan bukan tontonan ” (bukan seperti sekarang polisi dijadikan Tontonan).Inilah cerita singkat tentang Hoegeng Untuk dijadikan renungan bagi para saya (Bhayangkara )
Kejujuran Hoegeng dalam keseharian maupun di lingkungan Polri tak diragukan lagi. Semua tercatat dalam buku yang diterbitkan Bentang Pustaka, Yogyakarta, Hoegeng. Saat bertugas di Medan, Sumatra Utara (Sumut), banyak peristiwa mencengangkan dilakukan ayah tiga anak ini. Dia mengeluarkan secara paksa perabotan di rumah dinasnya. Perabotan mahalmahal itu ditaruh di pinggir jalan. Kelakuan itu bukan tanpa alasan. Barang-barang itu sebagai pelicin dari cukong agar bisnis ilegalnya berjalan mulus.
Hoegeng juga pernah marah-marah sambil melemparkan berbagai hadiah (parsel) ke luar jendela. Walaupun nilainya kecil, tetap saja itu sogokan, dan pasti ada maunya. Peristiwa itu seperti baru terjadi kemarin sore dan hingga kini melegenda di Kepolisian RI, khususnya di Medan, kata Jenderal Pol Kuntarto yang menjadi kapolda Sumut tahun 1987-1988.Kehadiran Hoegeng di Sumut untuk menumpas bisnis ilegal, penyelundupan, dan judi. Bisnis itu berjalan lancar, karena saat itu ada backing dari oknum tentara dan oknum polisi. Hoegeng kemudian merunut jejak praktik kongkalikong itu. Ia menemukan, ujung-ujungnya adalah Cina Medan. Sedangkan oknum aparat tak lebih sebagai kacungnya. Sebuah kenyataan yang amat memalukan,gumam Hoegeng dengan geram dihalaman 50 buku itu.
Di tangan pria kelahiran Pekalongan ini, para penjudi dan penyelundup tak bisa berkutik. Semua ditangkap, termasuk para backing diproses secara hukum. Sukses di Sumut, Hoegeng mendapat tugas memberantas KKN di Jawatan Imigrasi, lalu menjadi menteri Iuran Negara. Dia pun berhasil menjalankan tugasnya. Lalu dikembalikan ke kepolisian sebagai kapolri menggantikan Soetjipto yang mundur.
Hoegeng dilantik oleh Presiden Soeharto pada 15 Mei 1968. Sebelumnya, Soeharto mengingatkan kepada Hoegeng agar polisi tak memikirkan tugas angkatan lain yang memiliki fungsi tempur. Hendaknya polisi menjalankan tugas sesuai fungsinya, dan jangan ada lagi faksi di kalangan perwira yang membuat persaingan tidak sehat. Hoegeng setuju. Namun, dia juga meminta agar angkatan lain pun tidak mencampuri urusan intern Kepolisian. Soeharto hanya diam. Bahkan hingga berhenti sebagai kapolri, Hoegeng tidak tahu bagaimana sikap Soeharto yang sebenarnya.
Selama Menjadi menjadi kapolri, Hoegeng sangat disiplin. Sebelum jam tujuh pagi sudah datang di kantor. Dari rumah dinasnya di Menteng menuju Mabes Polri di Kebayoran Baru selalu ditempuh dengan rute berbeda. Cara ini dilakukan agar kapolri mengetahui kondisi lalu lintas, termasuk kesiagaan polisi lalu lintasnya. Jika terjadi kemacetan di ja lan, ia tak ragu turun dari ken daraannya mengatur lalu lintas. Hoegeng menjalankan dengan ikhlas, seraya memberi contoh kepada anak buahnya di lapangan.Sebagai pucuk pimpinan Kepolisian, Hoegeng pun dekat dengan masyarakat. Baginya tidak perlu ada gardu penjaga di halaman rumah agar setiap orang tidak merasa takut atau enggan bertamu ke rumahnya. Dia menjadikan rumahnya sebagai rumah komando yang terbuka 24 jam untuk urusan dinas kepolisian.Selama ia menjabat sebagai kapolri ada dua kasus menggemparkan masyarakat. Pertama kasus Sum Kuning, yaitu pemerkosaan terhadap penjual telur, Sumarijem, yang diduga pelakunya anak-anak petinggi teras di Yogyakarta. Ironisnya, korban perkosaan malah dipenjara oleh polisi dengan tuduhan memberi keterangan palsu. Lalu merembet dianggap terlibat kegiatan ilegal PKI. Nuansa rekayasa semakin terang ketika persidangan digelar tertutup. Wartawan yang menulis kasus Sum harus berurusan dengan Dandim 096.
Hoegeng bertindak. Kita tidak gentar menghadapi orangorang gede siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Mahaesa. Jadi, walaupun keluarga sendiri, kalau salah tetap kita tindak. Geraklah the sooner the better, tegas Hoegeng di halam an 95.
Kasus lainnya yang menghebohkan adalah penyelundupan mobil-mobil mewah bernilai miliaran rupiah oleh Robby Tjah jadi. Berkat jaminan, pengusaha ini hanya beberapa jam mendekam di tahanan Komdak. Sungguh berkua sanya si penjamin sampai Ke jaksaan Jakarta Raya pun memetieskan kasus ini. Siapakah si penjamin itu?
Tapi, Hoegeng tak gentar. Di kasus penyelundupan mobil mewah berikutnya, Robby tak berkutik. Pejabat yang terbukti menerima sogokan ditahan. Ru mor yang santer, gara-gara membong kar kasus ini pula yang menyebabkan Hoegeng di pensiunkan, 2 Oktober 1971 dari ja batan kapolri. Kasus ini ter nya ta me libatkan sejumlah pe jabat dan perwira tinggi ABRI (hlm 118).
Bayangan banyak orang, memasuki masa pensiun orang pertama di kepolisian pasti menyenangkan. Tinggal menikmati rumah mewah berikut isinya, kendaraan siap pakai. Semua itu diperoleh dari sogokan para peng usaha.
Ternyata masa menyenangkan itu tidak berlaku bagi Hoegeng yang anti disogok. Pria yang pernah dinobatkan sebagai The Man of the Year 1970 ini pensiun tanpa memiliki rumah, kendaraan, maupun barang mewah. Rumah dinas menjadi milik Hoegeng atas pemberian dari Kepolisian. Beberapa kapolda patungan membeli mobil Kingswood, yang kemudian menjadi satu-satunya mobil yang ia miliki.Pengabdian yang penuh dari Pak Hoegeng tentu membawa konsekuensi bagi hidupnya sehari-hari. Pernah dituturkannya sekali waktu, setelah berhenti dari Kepala Polri dan pensiunnya masih diproses, suatu waktu dia tidak tahu apa yang masih dapat dimakan oleh keluarga karena di rumah sudah kehabisan beras.
Itulah sekadar beberapa catatan kenangan untuk Pak Hoegeng yang baru saja meninggalkan kita. Seorang yang hidupnya senantiasa jujur, seorang yang menjadi simbol bagi hidup jujur, dan simbol bagi kejujuran yang hidup. Ada guyonan di masyarakat tentang kejujuran seorang Hoegeng bahwa hanya ada dua polisi yang tidak bisa disuap, yaitu Polisi Hoegeng dan polisi tidur. Berbagai gebrakan internal ataupun ekternal telah dilakukan dalam rangka membersihkan polisi yang melakukan pelanggaran dan “nakal” dan harus berkomitmen menyeret polisi ke pengadilan jika terbukti bersalah. Keberhasilan dalam membersihkan internal kepolisian akan menjadi poin tersendiri dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian.Setiap waktu pula upaya kepolisian untuk mendongkrak citra positif selalu berpacu dengan masalah opini masyarakat akibat dari masalah Markus Gayus Tambunan . Mestinya pelbagai kejadian buruk bisa berkurang, apalagi polisi sudah dilepaskan dari TNI. Pada masa transparansi, akuntabilitas, dan transisi demokrasi, seperti sekarang ini, jajaran kepolisian dituntut untuk bisa membersihkan berbagai masalah, terlebih lagi korupsi di dalam tubuh polisi itu sendiri. Sebagai salah satu institusi yang memiliki peran besar dalam proses pengamanan dan keamanan negara, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus terus untuk berbenah diri menuju polisi yang profesional.dilema yang dirasakan oleh bhayangkara saat ini adalah satu sisi ingin berubah dan disatu juga masih butuh ”materi” untk kehidupan sehari-hari.Figur seorang pemimpin di tubuh aparat kepolisian di manapun posisinya harus mampu mendorong perbaikan citra polisi secara kualitatif.
Kunci perunbahan terletak pada budaya informal Polisi :perilaku mereka dilapangan seperti budaya 86 ,lapor kambing hilang kandangnya,tidak responsif kalau tidak ada uang bensinya,uang rokok dll.kesimpulannya perilaku yang akan ditanamkan kepada seluruh Anggota Bhayangkara adalah berubahnya karakter pada individu per individu dalam menjalankan tugas dengan pedoman dan figur dari pemimpinnya .supaya bisa merubah budaya informal yang tidak baik dan bisa menjadi agen perubahan POLRI dengan membuat budaya informal yang bernuansa yang baru pada unit yang akan dipimpinnya sehingga dapat meraih hati masyarakat dan memulihkan luka yang telah tertancap lama .

APAPUN yang dikatakan orang,percayalah gagasan dan kata-kata serta tulisan dapat mengubah dunia

Terima Kasih Pak Hoegeng. Perjuangan hidupmu tidak akan sia-sia

Senin, 20 Juli 2009

PENANTIAN KELAHIRAN ANAK KEDUA

PENANTIAN KELAHIRAN ANAKKU KEDUA

Sepanjang bulan Juni-Juli 2009 ini aku sungguh terasa melelahkan. Dari tanggal 24 Juni, seminggu kemudian, dan seminggu kemudian, selama tiga minggu aku tiga kali pergi pulang ke Lampung, tepatnya di Metro-Lampung Tengah.

Keberangkatan pertama dari Bekasi aku dan istriku ke Lampung dengan kendaraan umum, mengingat nggak mungkin lagi untuk naik motor berdua, karena usia kandungan istriku sudah menginjak ke sembilan bulan.

Minggu kedua aku berangkat sendiri ke Lampung dengan sepeda motor, agak capek tapi menikmati perjalanan ke Lampung itu.

Minggu ke tiga perjalanan bersama Yoyon dan Utami, dengan sepeda motor juga. Namun, sepertinya badanku protes, karena ada yang tidak beres pada badanku. Mungkin karena seringnya terkena getaran di atas motor dan perjalanan yang cukup lama 11 sampai 12 jam diselingi istirahat di kapal ferry, penyeberangan Selat Sunda. Perjalanan ketiga ini, keberangkatan darti Punggur - Metro jam 09.00 dan sampai di Bekasi rumah jam 20.30 WIB.

Rabu, 06 Mei 2009

PERTEMUAN GURU AGAMA KATOLIK DI BOGOR

DEPAG membidani pertemuan guru PAK DKI

Tanggal 2 sampai 4 Mei 2009 ada sekitar 35 guru agama Katolik di sekitar DKI mengadakan pertemuan di WIsma Kinasih - Remboken Cimanggis Depok - Bogor.

Pertemuan dengan tema Pembinaan Guru-Guru Agama Katolik itu diprakarsai oleh Departemen Agama DKI, yang berperan sebagai pengundang adalah Bapak Drs. AH. Yuniadi, MM.

Hari Pertama, 2 Mei 2009

Bertepatan dengan UAS kursus bahasa Inggris, tanggal 2 Mei 2009 aku harus mengikuti pertemuan guru-guru Agama Katolik se-DKI Jakarta. Aku berangkat pukul 11.00 dengan perjalanan lancar, sedikit pelan karena sambil mencari lokasi pertemuan, akhirnya aku sampai di Wisma Remboken jam 13.00. Baru 2 orang yang datang. Aku beristirahat, sambil menunggu teman yang lain. Di situlah aku bertemu dengan kakak tingkat dulu waktu aku kuliah di Fakultas Filsafat UNIKA St. Thomas Sumatera Utara, Victor Halomoan Habeahan. Nampak cekung wajahnya, menampakkan keaslian orang Batak.
Kegiatan hari pertama dimulai jam 16.30 dengan pembukaan resmi oleh Pak Yuni, dengan berseragam batik asli kahs Indonesia. Kami sempat photo bersama. Acara setelah makan malam adalah sajian dari sekjen Kanwil Depag DKI, Bapak Antonius.
Malam itu sekaligus dibentuk 4 kelompok untuk kelancaran tugas doa dan diskusi. Acara malam ditutup dengan doa oleh kelompok I.

Hari Kedua, 3 Mei 2009

Minggu pagi ini kami bangun jam 06.00. Setelah doa dan sarapan pagi, acara diisi oleh Pak Yuni dengan isi Sosialisasi Sertifikasi Guru Agama. Banyak hal yang kami dapatkan berkaitan dengan sertifikasi ini. Acara selesai sampai siang dan diakhiri dengan makan siang bersama.
Acara sore mulai pukul 16.30 dengan diskusi kelompok, dengan menjawab tiga pertanyaan: 1. tentang kendala-kendala yang dialami sebagai guru agama, 2. tentang kemudahan yang didapat sebagai guru agama, dan 3. tentang saran, usul, masukan bagi DEPAG.
Acara selanjutnya adalah misa dipimpin oleh Rm. Hardijantan Dermawan dari KAJ dilanjutkan dengan makan bersama. Setelah makan bersama kegiatan diisi oleh penyajian Rm. HArdi berkaitan Kebijakan Pastoral KAJ terhadap Guru Agama Katolik.
Acara malam itu ditutup dengan doa.

Hari ketiga, 4 Mei 2009

Minggu pagi ini kami bangun jam 06.30. Setelah doa dan sarapan pagi, acara diisi oleh Rm. Driyanto dari KeBo (Keuskupan Bogor) mantan dosen saya dulu di Seminari Menengah Stella Maris - Bogor. Penyajian perkenalan dari Rm. Dri menarik sehingga waktu yang ditetapkan dimakan lumat lebih 30 menit, sehingga acara snack molor. Acara dilanjutkan dengan isi tetang Panggilan Sebagai Guru Agama Katolik. Guru Agama Katolik menurut Romo Dri merupakan ujung tombak pewartaan terhadap umat. Mengapa ujung tombak? Karena guru agama tinggal di tengah masyarakat yang majemuk dan hiterogen, namun tetap dapat memfusi dan masuk pelan-pelan sambil mewartakan Injil melalui kehidupan sehari-hari. Sedangkan kaum klerus dan orang yang mengabdikan diri pada Gereja (Lembaga Hidup Bakti = para suster/bruder) tidak dengan mudah bisa mewartakan imannya di tengah masyarakat hiterogen. Rm. Dri memberikan contoh sebuah kasus : ada seorang suster dengan berpakaian jubah mendirikan tempat kursus (menjahit dan memasak) di sebuah desa di Bogor. Banyak orang yang datang, karena memang berminat. Namun, lama-kelamaan karena masyarakat sekitar tahu bahwa suster itu seorang kristen, suster itu diusir dan tidak boleh tinggal di desa itu dengan dalih pengkristenan.
Hal yang menarik. Kaum awam, guru agama tetap tinggal di tengah masyarakat, namun tetap memberi kesaksian hidup kristiani. Lalu, yang menjadi "pastor" sebenarnya ini apakah pastor yang tinggal di pastoran atau awan sebagai guru agama Katolik?

Refleksi hidup untuk kita:
Mantapkanlah hidupmu sebagau Guru Agama Katolik. Yakinlah bahwa yang Anda buat itu suatu yang baru dan inovatif. Mantap dan banggalah sebagai guru agama Katolik, karena tidak semua umat awam Katolik tidak bisa untuk itu.

Acara ditutup dengan perayaan ekaristi. Dan terakhir adalah makan siang.
Pertemuan berlangsung lancar dan pulang jam 14.00 hari Senin tanggal 4 Mei 2009.

PERNIKAHAN 25 APRIL 2009

Pernikahan adikku, Rini

Setiap orang sejak lahir telah memiliki hak. Hak itu biasanya lebih dikenal dengan istilah Hak Asasi Manusia. Hak asasi itu tak seorangpun berhak mengambil, apalagi merampasnya. Hak itu misalnya : hak untuk hidup (sehingga tak seorang pun boleh menggugurkan kandungan/aborsi), hak mendapatkan pekerjaan yang layak, hak untuk mendapat perlindungan hukum, hak mendapat pendidikan, hak akan kasih sayang dari orang tua, dan lebih-lebih hak untuk menikah dan hak untuk tidak menikah (selibat), sehingga tak seorang pun berhak untuk memaksa seseorang untuk menikah atau tidak menikah.

Adikku akan menikah tanggal 25 April 2009. Hari Selasa sebelumnya aku dan istriku sore-sore dengan diiringi hujan yang lebat berangkat dari rumah dengan tujuan Bekasi Timur, pol bus Rosalia Indah. Namun, apa yang terjadi dan sangat disayangkan loket bus sudah tutup. Akhirnya kami ke pol bus Maju LaAncar, di depan BTC BeEkasi Timur. Langsung saja aku pesan satu tiket untuk pulang ke Wonosari, dengan harga 1 tiket AC PATAS Rp 115.000,00.

Tibalah hari Jum'at, tanggal 24 April 2009. Aku meliburkan diri dari tugas sekolah. Dari pagi kupersiapkan. Siangnya dengan diantar temanku Willy aku pergi ke pol bus Maju Lancar. Bus datang jam 14.30, bukan patas tetapi AC Eksekutif. Oleh sopirnya aku dirayu nih... agar aku ikut busnya, lalu kutanya nomor berapa? Aku diberi nomor 10, dibagian kiri. Oke lah. Dengan syarat menambah Rp 10.000,00. Kami sepakat. Sebelum naik aku mengecek karcis. Jam 16.00 bus baru berangkat. Lewat tol Timur masuk tol Cikampek, ikut jalan Pantura dan sampai kira-kira jam 19.00 sampai di rumah makan.

Istirahat pertama bus di Pamanukan. Aku makan nasi rames, karena hanya berbekal air minum, biskuit, dan beberapa butir buah salak. Istirahat kedua di rumah makan Jakarta - Karanganyar - Kebumen, jam 00.30. Bekal inipun awet sampai di Gading Wonosari.

Pagi itu aku sampai di Gading jam 05.00. Dengan mengojek salah seorang teman yang kukenal, akhirnya sampailah aku di rumah. Di rumah sudah banyak orang, dan sudah pada bangun, karena bersiap-siap untuk perayaan ekaristi. Untuk pertama kalinya aku berjumpa dengan Pak Lik Musdi. Berjumpa pula dengan keluarga besar Charli dari Tanjung Priok - Jakarta.

Pagi pukul 08.00 aku telepon nduk Prima di Lampung. Ibu pun sempat erbincang dengan bapak di Lampung. Kami semua bersiap-siap untuk berangkat ke gereja St. Yusup Bandung dengan menggunakan tiga mobil. Perjalanan lancar, sampai di gereja. Lalu tidak lama kemudian misa dimulai dengan dipimpin oleh Rm. Yuni.
Perjalanan dari gereja pun lancar dan sampai di rumah sudah hadir bebrapa tamu yang akan menyambut pengantin. Rini dan Charli sudah resmi menjadi suami istri dan keluarga yang baru.

Aku mesti menginap satu malam di rumah Wonosari. Hari minggu aku siap-siap dengan Agung dan Ning untuk kembali ke Bekasi, dengan membeli tiket bus Rosalia Indah @ Rp 135.000,00. Singkat kata kami sudah menunggu bus di Gading. Perjalanan melalui ring road selatan, terminal bus Giwangan - Jogja, ring road barat, bahkan sampai di terminal Jombor, lalu tembus di termial Purworejo. Bus istirahat di rumah maka Lestari Karang anyar - Kebumen. Mendapat makan gratis alias dibelikan oleh pihak bus dengan uang sendiri dari penumpang.

Sampai di jalan Pantura lalu lintas padat, macet disebabkan oleh jalan yang sedang diperbaiki. Sampai di pol bus di Bekasi Timur pukul 04.30, langsung saja aku panggil seorang ojek untuk mengantar aku pulang. Sepakat dengan harga Rp 25.000. Namun perjalanan ojek kira-kira hanya 10 menit aku diantar sampai di rumah. Akhirnya tukang ojek kukasih Rp 30.000,00. Langsung saja kau bongkar-bongkar tas, lalu mandi tanpa saraan segera berangkat ke sekolah dengan istriku.

Perjalanan hidup manusia merupakan sebuah peziarahan.

RETRET KELAS V SD ASISI

RETRET KELAS V SD ASISI

Perjalanan hidup manusia merupakan sebuah peziarahan, bila dilihat dari sudut iman kristiani. Perjalanan manusia yang dilaksanakan sebagai sebuah rutinitas memerlukan sebuah etape atau stasi untuk berhenti dari aktivitas semula. Ibarat mengadakan seminar kita perlu break time. Atau dalam berdiskusi kita memerlukan adanya termin, jeda waktu untuk menghela nafas sejenak, istirahat dari kejenuhan aau rasa capai yang mendera. Sebagaimana halnya agenda tahunan Sekolah Dasar Asisi, maka bulan April 2009 ini secara berturut-turut selama 3 minggu aku relay-tour untuk tugas sekolah. 2 kali minggu untuk sekolah 1 minggu untuk keluarga.

Tanggal 18 sampai 20 April 2009 aku bersama Pak Gito dan Bu Tini mendampingi anak untuk menjalani retret selama 3 hari di Wisma Retret Canossa Bintaro. Pengalaman baru bagiku. Pendampingan anak-anak sebanyak 37 anak tidaklah sesederhana kalau kita pernah hidup di asrama yang nota bene seminari. Anaka-anak ini belum tahu artinya tertib, hening atau disiplin, artinya menempatkan waktu sesuai dengan porsinya.

Perjalanan dari SD Asisi lancar sampai di Canossa, dengan diantar oleh sopir yang menyetir sebuah bus. Perjalanan dari Tebet langsung masuk Tol Tebet, melalui Pancoran. Sampai Cawang bus langsung masuk jalur tol Jagorawi, dengan mengambil jalur tol TB Simatupang. Sesampai di gerbang tol Pondok Aren bus keluar tol. Rupanya sang sopir sudah hafal dengan rute tersebut.
Kami serombongan diterima oleh suster pengelola rumah retret. Selanjutnya pembagian kamar yang sudah dibagi pihak rumah retret. Perjalanan sedemikian lancar. Banyak permainan yang diberikan, banyak pengetahuan untuk melatih kerja sama di antara para siswa SD, khususnya waktu outbond.
Hari kedua, hari Minggu diawali dengan kegiatan ke gereja St. Matius Bintaro sampai jam 08.00 aktivitas dimulai lagi. Hari ini fokusnya adalah out bond. Ada beberapa tipe untuk melatih kekompakan anak, misalnya:

1). Anak-anak dilatih untuk bekerjasama dalam memindahkan bola dengan menggunakan 4 benang, dimana masing-masing anak memegang ujung benang. Setelah benang berhasil menjepit bola itu, anak secara bersamaan harus menggeser bola danmemasukkannya di tempat yang telah disediakan.
2) Anak diminta untuk membuat jembatan bambu. Secara berpasangan anak memegang bambu yang kemudian salah seorang anak berusaha melewatinya. Bambu yang paling belakang, yang telah dilewati lalu berpindah ke depan. Dan demikian seterusnya sampai anak yang melalui bambu itu sampai di tujuannya.
3. Masing-masing anak memegang bambu kecil yang telah disediakan, berukuran panjang 30 cm. Tugas kelompok adalah menggeser ember berisi air di atas papan bambu yang melintang setinggi 2 meter. Bambu yang dipakai harus menyangga sayap ember. Jika salah satu bambu terlalu kuat menyangga maka ember akan miring, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa air di dalam ember akan mengguyur anak sampai basah kuyup. Perlu kejelian. Sesampai ember di ujung lintasan, ember harus digeser ke tempat semua dengan cara yang sama. Perlu waktu yang cepat atau cekatan dan ketelitian.
4). Sekolompok anak diikat dengan kain. Disediakan 15 bola plastik di ujung lapangan. antara start dan finish berjarak kira-kira 10 meter. Cara pengambilan bola harus jongkok. Setelah seorang anak mengambil bola plastik, lalu bola itu diberikan kepada teman yang ada di belakangnya. Perjalanan anak yang diikat menjadi satu itu harus kompak, kalau tidak kompak ada kemungkinan kelompok itu akan jatuh, dan jatuh semuanya. Perlu kekompakan.

Pertobatan

Malam Senin, malam tanggal 20 April sebagai ibadat penutup diadakan ibadat pertobatan. Dalam hal ini anak-anak diajak untuk mengenang kembali bagaimana perjalanan hidupnya selama ini. Bagaimana ia bersikap di dalam keluarga: dengan adik, kakak, mama, papa, kakek, nenek, dengan satpam pribadinya, atau bahkan dengan pembantu sekalipun. Dengan bahasa pengantar dan musik yang menyentuh kalbu, anak digiring kepada situasi yang membuat hati dan diri anak menjadi kecil di hadapan Tuhan. Tisue disiapkan....
Pertobatan walaupun sekejap, namun membuat anak untuk sadar. Sadar akan dirinya dan lingkungan di sekitarnya. Sadar bahwa ia memelrukan orang lain, yang pernah ia sakiti atau ia benci. Dengan pertobatan ini, anak akan mengalami bahwa ia merasa dicintai oleh teman-temannya, guru, orang tuanya masing-masing.

Hari Senin, anak-anak mulai beraktivitas dengan membuat surat pribadinya yang ditujukan kepada orang tua masing-masing. Surat... merupakan sarana komunikasi yang dulu pernah berjaya, namun keberadaannya sekarangmulai tergeser dengan canggihnya alat elektronik, misalnya karena ada telepon genggam, email, faceboook, blogg, atau messenger atau catthing.

Pengalaman hidup selama retret mengarahakan anak agar ikut berbela rasa dengan sesama yang kekurangan. Anak dilatih untuk bertanggung jawab dalam hal : Makan, makanan harus dihabiskan. Saat makan tidak boleh sambil berbicara. Menghormati makanan apapun itu.
Semoga dengan penyadaran sesaat ini membuat pengalaman anak bertambah, untuk ikut berbela rasa dengan teman-teman yang berkekurangan.

Minggu, 22 Maret 2009

(JANGAN) JENUH MENEGUR....

Seperti biasanya, hari Senin merupakan awal aku masuk ke kelas-kelas (kelas VI). Kebiasaan siswa atau murid yang 'hiperaktif' adalah sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Atau kalau mereka belum mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) dengan alasan klasik 'lupa', maka kadang-kadang bahkan seringkali mereka curi-curi waktu dan kesempatan untuk mengerjakan pekerjaan rumah-nya itu.
Pengalaman saya pribadi tidak jemu untuk menegur siapa saja yang mencoba untuk mengacau atau sekedar membuat pelajaran tidak lancar. Maka, kebiasaanku menegur adalah dengan sesedikit mungkin dengan membuat kekerasan. Malas..... malas untuk menegur dengan kekerasan....
Ada beberapa model siswa yang pernah kutemui, misalnya:
a. Siswa yang aktif mendengar(kan) pelajaran. Dan biasanya aku ucapkan "Terima Kasih" atas perhatian Anda.
b. Siswa aktif mendengarkan namun sambil curi-curi waktu untuk mengerjakan hal lain. Atau sedikti berbicara dengan teman sebangku atau teman di depannya atau belakangnya. Sikap ini saya nilai, "Ya, bolehlah...."
c. Siswa aktif-keterlaluan. Artinya aktif untuk 'memboikot pelajaran', dengan membuat acara sendiri, membaca novel atau buku lain di luar pelajaran yang bersangkutan, ngobrol dengan temannya, membicarakan hal di luar pelajarannya.
d. Siswa yang 'autis'. Say sebut demikian karena mereka dengan tanpa dosa membuat kegiatan sendiri. Siswa jenis terakhir ini sangat disayangkan disekolahkan di Asisi ini. Kadang cuek, tanpa perhatian, bahkan cenderung menggangu teman lain. Cuek dan apatis dengan pelajaran, apatis dengan tugas atau PR, dengan ulangan (biasanya tidak belajar), remedial (perbaikan) apalagi.... Seolah-olah guru itu yang memerlukan nilai, padahal sebenarnya dia/mereka yang memerlukan nilai. Sadarlah nak....!!!

Guru... artinya digugu=ditaati dan ditiru=diikuti/diteladani semoga demikian dan kembali ke asalnya.

Rabu, 17 Desember 2008

Rancangan Tuhan Sungguh Indah Bagi Manusia

MEMAKNAI AKHIR TAHUN 2008
"RancanganKu bukanlah Rancanganmu; dan Rancanganmu bukanlah RancanganKu"
Rancangan Tuhan sungguh tepat dan baik bagi umat manusia. mengapa Ia rela menginggalkan tahta kemuliaan-Nya bagi manusia dan datang ke dunia ini, kalau bukan semata-mata keran CINTA-Nya kepada manusia. Walaupun manusia berdosa dan (kadang-kadang) lari menjauh dari Tuhan, namun manusia tetap dicintai-Nya. Apakah yang dapat diberikan manusia untuk Tuhan? Apakah dengan berdoa mati-matian dan kita beramal, lalu menambah kemuliaan Tuhan? Apakah kalau kita menyembahNya lalu Tuhan semakin mulia? Tuhan - sebenarnya - tidak memerlukan pujian dan pengabdian dari manusia. Tuhan sejak dari awal - sekarang - dan yang akan datang tetaplah sama. Dia yang sejak awal penuh kemuliaan (seiring berjalannya waktu) pada akhir dunia Dia akan tetap mulia.
Manusia makin lama -makin dihantui atau dirongrong oleh kuasa dosa. Terbukti di dunia masih ada orang yang menyalahgunakan kekuasaan, dimana kekuasaan sebenarnya berasal dari Tuhan. Masih ada orang yang melanggar printah Allah yang ketujuh yang berbunyi "Jangan mencuri". Mencuri dalam hal ini yang saya maksudkan adalah mencuri dan segala bentuknya (korupsi-red.). Memang rancangan Tuhan sungguh baik bagi manusia. Tetapi rancangan manusia bukanlah rancangan Tuhan dan sebaliknya, rancangan Tuhan bukanlah rancangan manusia.
Akhir tahun merupakan saat sebuah perusahaan bisnis atau yayasan tertentu mengaudit, sejauh mana perusahaan atau yayasan telah berkinerja. Setiap hari raya besar, perusahaan atau yayasan biasanya memberikan tunjangan hari raya (THR) bagi mereka (karyawannya-red.) yang merayakan hari rayanya. Misalnya, pada waktu menjelang hari raya Idul Fitri, yang mendapatkan THR adalah karyawan yang beragama Islam. Demikian juga bagi karyawan yang beragama Kristen atau Katolik akan mendapat THR.
Kembali ke rancangan Tuhan. Apakah hubungan rancangan Tuhan dengan THR? Saya tertarik dengan tawaran Tuhan saat Ia mencari pekerja untuk bekerja di kebun anggur Tuhan dengan upah sedinar sehari. Ia sejak semula menawarkan kepada karyawan-Nya dengan upah sedinar sehari dan mereka membuat kesepakatan. Dan jadilah. Antara orang yang bekerja sehari penuh dengan orang yang bekerja setengah hari, antara orang yang bekerja beberapa jam di sore hari dengan orang yang bekerja 1 jam terakhir mendapat jatah atau upah yang sama dengan orang yang bekerja satu hari penuh. Bagi Tuhan itulah keadilan. Rancangan Tuhan ternyata berbeda dengan rancangan umat manusia. Bagi Tuhan keadilan itu mutlak.
Nah, bagaimana perbandingan antara upah yang diberikan Tuhan, yang sepakat dengan upah sedinar sehari, dengan tunjangan hari raya yang diberikan oleh sebuah perusahaan atau yayasan terhadap karyawannya? Sangat berbeda. Tuhan adalah kasih. Tuhan memberikan sesuatu pasti dengan tulus dan ikhlas.
Sebuah perusahaan membuat kriteria pembagian THR sebagai berikut :
* karyawan tetap atau yang sudah bekerja lebih dari 1 tahun menerima 75% dari gaji pokok.
* karyawan yang sudah 9 bulan bekerja di perusahaan itu mendapat 60% dari gaji pokok.
* karyawan yang sudah 6 bulan bekerja di perusahaan itu mendapat 50% dari gaji pokok, dan
* karyawan yang baru kurang 3 bulan bekerja di perusahaan itu mendapat 40% dari gaji pokok.
Bagaimana langkah berikut? Yang ingin saya lihat adalah rancangan Tuhan yang total mencintai manusia memang tanpa syarat apapun. Ia memberi nafas kehidupan dengan gratis alias cuma-cuma, tanpa bayar. Seandainya, setiap tarikan nafas kita kita harus menanggung bayaran atau dikenai biaya, sudah berapa juta rupiahkah yang harus kita bayar sejak kita dalam kandungan. lahir dan sampai saat ini?
Tuhan tidak memberikan nafas untuk hidup manusia 40% dari jatah yang harus Ia berikan kepada seseorang yang baru hidup 1 hari sampai 3 bulan. Ia juga tidak akan memberikan nafas hidup dan rejeki 50% bagi orang telah hidup sampai 6 bulan, atau 60% kepada orang yang bekerja atau hidup 9 bulan, atau 75% bagi yang telah 1 tahun atau lebih hidup.
Pertanyaan menggelitik hatiku: "Apakah akan rugi jika sebuah perusahaan itu membuat kebijakan yang sama dengan Tuhan, yang sepakat dengan 'sedinar sehari'? Tanpa membedakan antara yang bekerja dengan perusahaan itu 3 bulan atau bahkan sudah sebagai pegawai tetap dan sudah mengabdi di perusahaan itu selama 30 tahun?"
Akan menjadi sebuah mujizat dan baik kalau perusahaan menerapkan THR bagi karyawannya sesuai dengan prinsip 'sedinar sehari', tanpa membedakan apakah karyawan itu sudah bekerja 1 bulan atau 32 tahun.
Rancangan Tuhan memang bukanlah rancangan manusia, dan rancangan manusia bukanlah rancangan Tuhan. Tuhan mencintai, memberi, dan menjaga manusia dengan total, dengan sangat-sangat care, tanpa kita bimbang sedikitpun.
Akhirnya bagi rekan-rekan semuanya:
SELAMAT HARI RAYA NATAL 25 Desember 2008
dan
SELAMAT TAHUN BARU 1 Januari 2009
Selamat berjuang, tahun yang akan datang perjuangan untuk mengisi hidup ke dalam situasi yang lebih baik, akan makin berat.
Immanuel
Tuhan memberkati,
Benedictus TW (SD Asisi - Tebet)

Senin, 15 Desember 2008

Kidung "Magnificat" Maria

Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,” (Lukas 1:46)

Apabila Anda penggemar musik klasik, tentu mengenal salah satu komposisi yang berjudul “Magnificat” karya Johan Sebastian Bach. Judul ini diambil dari madah (puji-pujian) yang diucapkan oleh Maria, ketika bertemu Elisabet, saudarinya. Ketika Elisabet menyambut Maria, ia mengucapkan madah. Maria membalasnya dengan madah pula yang menonjolkan kasih Allah, yang telah ditanggapi dengan iman penuh penyerahan diri.
Madah ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama (ay. 46-50), Maria mengagungkan tindakan kuasa Allah demi dirinya, wanita yang berstatus sosial rendah. Lewat berbagai ungkapan, dia menegaskan prakarsa kasih Allah.
Bagian kedua (ay. 51-55), menggambarkan semacam ‘revolusi sosial’ yang sedang dikerjakan dan kelak akan diwujudkan Allah di bumi ini. Nilai-nilai yang dianut dunia akan dijungkir-balikkan. Sebab Allah memperhatikan mereka yang hina-dina dan tidak diperhitungkan oleh masyarakat, khususnya oleh penguasa.
Melihat rencana Allah itu, maka hati Maria tergerak untuk memuliakan Tuhan. Manusia memang tidak mampu menambah keagungan Allah, tapi dapat menyadari dan menyatakan kemuliaan-Nya. Salah satu bentuk pengakuan terhadap kebesaran Allah adalah melalui puji-pujian dan doa.
Keluarga Zakaria merupakan sebuah keluarga yang sederhana sebagaimana keluarga Maria. Keluarga Zakaria berbeda dengan keluarga imam-imam kepala yang lain yang tinggal di ibukota. Keluarga seperti imam Zakaria terpaksa mencari nafkah hidup dengan melakukan pekerjaan tambahan, misalnya sebagai tukang kayu, pemahat batu, atau menjadi pedagang.
Mengapa Maria mengunjungi Elisabeth? Maria setelah mendapat kabar dari malaikat Gabriel bahwa saudarinya itu (Elisabeth) juga mengandung, ia mengunjunginya karena ia ingin menolong Elisabeth (bdk. Tradisi mitoni di suku Jawa, untuk perempuan yang mengandung anak pertama). Sebab yang lain adalah karena di Nazaret tak ada seorangpun yang dapat diajak bicara oleh Maria mengenai pengalaman mengandung. Maka, Maria segera pergi ke Ain Karem, untuk bertukar pikiran dengan Elisabeth. Perjalanan ke Ain Karem memakan waktu sampai lima hari atau berjarak sekitar 150 km.
Pertemuan kedua orang itu memiliki arti yang mendalam. Meskipun Elisabet lebih tua namun ia merasa dihormati, terbukti dengan kata-kata yang diucapkannya: ”Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk 1:43). Seketika itu anak yang ada di dalam rahimnya melonjak kegirangan, karena anak itu telah ditunjuk untuk menjadi nabi yang akan memperiapkan jalan bagi Tuhan.
Maria dan Elisabet hidup dalam suasana miskin dan merindukan pembebasan. Mereka tahu bahwa pembebasan itu tidak mungkin dilaksanakan oleh pemimpin yang berkuasa saat itu. Penguasa harus turun untuk memberi tempat bagi yang rendah. Orang kaya harus pergi dengan tangan kosong, agar orang yang lapar dapat menikmati apa yang telah disediakan oleh Tuhan. Dalam kidung Maria, Maria mewakili seluruh bangsa Israel yang rindu akan penyelamatan yang dinubuatkan oleh para nabi.
Maria dan Elisabeth sama-sama mengerti dan terbuka pada rencana Tuhan. Seperti kanak-kanak Musa diselamatkan berkat kerja sama para wanita (ibu Musa, kakak perempuan Musa, dan putri Firaun dan para dayangnya), di sini rencana Tuhan dimulai kaum wanita.

Melalui karya penyelamatan, kita telah dimasukkan dalam tindakan penyelamatan Allah. Kita yang seharusnya dihukum, karena kasih karunia Allah mendapatkan pembebasan dalam penghakiman terakhir. Tidak itu saja. Kita malah dianugerahi kemuliaan sorgawi. Mengetahui semua itu, hati siapa yang tidak akan memuliakan Tuhan, “Jiwaku memuliakan Tuhan!” Sudahkah Anda memuliakan Tuhan?

SMS from God: Pujilah Tuhan, sebab besar kasih setia-Nya pada umat-Nya.

Permenungan: Memaknai Hari Natal

Artikel ini saya ambil dari tulisan Sdr. Idham dalam www.gp-ansor.org
Semoga bermanfaat dalam menjaga kerukunan beragama di republik ini.

Setiap kali mendekati pelaksanaan hari Natal, muncul perdebatan klasik yang terus berkembang dan menjadi wacana yang tidak produktif. Tokoh-tokoh agama kembali mulai mengingatkan kepada umatnya “melarang” mengucapkan SELAMAT NATAL kepada saudara-saudarannya (se-bangsa) sendiri. Memang tidak sedikit juga bersikap moderat dalam memaknai ucapan SELAMAT NATAL yang dianggapnya boleh-boleh saja. Perdebatan yang tidak produktif itu terjadi karena paradigma keagamaan yang berbeda dalam memandang dan menafsirkan tindakan ucapan selamat natal itu sendiri. Seharusnya perdebatan itu tidak terjadi kalau saja kita tidak memaknai ucapan SELAMAT NATAL itu dalam doktrin keagamaan tertentu, yang seharusnya ucapan selamat itu dimaknai dalam konteks kemanusiaan dan persaudaraan, murni sebagai upaya penguatan relasi sosial.
Bahwa perlu memberikan ucapan selamat kepada saudara kita yang merayakannya. Kalaupun membawanya ke dalam konteks teologinya, harus diarahkan untuk lebih menghormati kelahiran nabi Isa (Yesus). Bukankah dalam ajaran Islam sendiri kita dilarang untuk membeda-bedakan nabi-nabi Allah (la nufarriq bayna ahadin min rusulih)?
Dalam masyarakat yang plural, sangat urgen adanya saling memahami ajaran agama masing-masing dengan mendalam (kaffah), selain bisa membangun cara keberagamaan yang lebih berkualitas, juga bisa menularkan bangunan rasa saling hormat dan menghormati satu sama lainnya. Tidak kalah pentingnya akan mampu melahirkan sikap terbuka dan menerima, bukan untuk mempertebal sikap fanatik dan curiga antar umat beragama. Karena antara umat beragama masing-masing punya kesamaan khususnya dalam konteks hubungan sosial dan ajaran-ajaran universal.
Islam dan Kristen akan bisa bertemu dalam dalam ajaran cinta kasih, ajaran cinta yang selama ini sangat identik dengan ajaran Kristen, sedangkan ajaran “rahmat” (kasih) sangat identik dengan ajaran Islam. Ajaran cinta kasih harus menjadi kekuatan utama dalam membangun harmonisasi sosial antar umat beragama.
Mengucapkan SELAMAT NATAL , bukan berarti kita menukar dan mengotori aqidah untuk persaudaraan. Karena setiap pemeluk agama masing-masing punya batas-batas toleransi, hormat-menghormati dan menjaga kemurnian aqidah. Meski mengucapkan selamat, tetapi akidah islamiyah tetap murni dan tidak terkotori oleh ajaran lainnya. Ucapan SELAMAT NATAL tidak melulu dilihat sebagai doktrin keamaan, apalagi pintu masuk dalam ke-murtad-an. Harus juga dipandang dari sudut mujamalah dan muhasanah. Tentu ajaran Islam tidak melarang kita untuk menjaga pergaulan baik dengan saudara-saudara kita sendiri. terlebih mereka juga menucapkan hal yang sama disaat kita merayakan hari raya idul fitri dan idul.
Pada dasarnya larangan ucapan selamat natal boleh jadi karena menganggap ucapan selamat itu sudah merupakan prasyarat ritual keagamaan, atau karena ketakutan tokoh-tokoh agama melihat umatnya bisa terpengaruh dengan ajaran lainnya dan menyebabkan bisa murtad.
Islam adalah ajaran kemanusiaan yang tentu mengandung nilai-nilai kemanusiaan yang harus jadi mainstream umat. Sebagai umat mayoritas Islam, hendaknya mampu melindungi seluruh umat lain dari berbagai bentuk diskriminasi dan kekerasan tanpa memandang mereka berbeda aqidah dengan kita. Ajaran toleransi yang sesungguhnya juga diajarkan oleh Rasulullah dan sahabat-sahabatnya.

Dalam sejarah Ibn Khaldun dijelaskan, ‘Umar ibn Khathtab datang ke Syam guna mengikat perjanjian damai dengan penduduk Ramalla. Umar mendatangi mereka dan menulis perjanjian keamanan yang substansinya berbunyi: Dengan nama Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dari Umar ibn Khaththab kepada penduduk Ailea (Baytul Maqdis atau Yerusalem), bahwa mereka aman atas jiwa dan anak turun mereka, juga wanita-wanita mereka, dan semua gereja mereka tidak boleh diduduki dan tidak boleh dirusak.
Di lain waktu, Umar ibn Khaththab juga pernah sembahyang di anak tangga Gereja, dan tidak mendapat penentangan dari sahabat Rasulullah yang lainnya, termasuk Rasulullah itu sendiri. tetapi, kenapa hanya mengucapkan SELAMAT NATAL saja di haramkan? Bukankah itu sangat berlebihan dalam menginterpretasikan ajaran agama khususnya memaknai realitas ucapan selamat natal itu sendiri. Sama halnya ketika MUI mengharamkan pluralisme, padahal pluralisme menjadi salah satu faktor utama toleransi yang baik antar-agama, pluralisme menawarkan persaudaraan antara sesama tanpa harus mencampuri keyakinan satu sama lain, pluralisme selalu mendasarkan atas segala sesuatu pada perbedaan dan bukan kesamaan.

Perbedaan tetaplah berbeda, jangan pernah memaksakan untuk bisa sama apalagi seragam.

Salam...

PERMENUNGAN BAGI SETIAP AYAH

GAJI PAPA BERAPA ?

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam.Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
Kok, belum tidur ? sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga.

Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang".
Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?Ah, enggak. Pengen tahu aja ucap Sarah singkat. Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong katanya. Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak.

Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya, Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.Tapi Papa…Kesabaran Andrew pun habis. Papa bilang tidur ! hardiknya mengejutkan Sarah.Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur.Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa.
Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih jawab AndrewPapa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.lya, iya, tapi buat apa ? tanya Andrew lembut. Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ulartangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya adaRp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa kata Sarah polos Andrew pun terdiam. Ia kehilangan kata-kata......

Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru sambil meneteskan air mata . Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk membeli kebahagiaan anaknya. Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya.

Tulisan ini untuk anakku yang sudah hadir di dunia, Primasari
dan anakku yang masih di kandungan isteriku....

HATI SEORANG AYAH

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?"
Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda. Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman : "Aku tidak mengerti." Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang laki-laki." Demikian bisik ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya : "Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?" Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang laki-laki yang benar benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban Sang Bunda. Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran. Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini. "Saat Ku-ciptakan laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga,Dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi".

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya". "Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali Dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya". "Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."
"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnyakeletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. " "Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara." "Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan,Bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi." "Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluargabahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. " "Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat." Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilikAyahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. "

AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH." Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yangBegitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah...

With Love to All Father " JIKA KAMU MENCINTAI Ayah mu / sekarang merasa sebagai AYAH KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DIDUNIA INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGI AYAHNYA & Dan Mencintai Kita Sebagai Seorang Ayah".
Note: Berbahagialah yang masih memiliki Ayah.
Dan lakukanlah yang terbaik untuknya.... ......... ........
Berbahagialah yang merasa sebagai ayah.
Dan lakukanlah yang terbaik buat keluarga kita........ ......... ...

Salam untuk anak-anakku, semoga suatu saat membaca artikel ini.....

Benedictus TW

Hati Seorang Ayah

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya.

Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah ,mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?"

Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda. Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya.

Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti." Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anakWanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan. Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk?

Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?" Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban Sang Bunda. Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran. Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.


"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga,Dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi". "Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya". "Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali Dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya". "Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya." "Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnyakeletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. " "Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara." "Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan,Bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi." "Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluargabahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. " "Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat." Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilikAyahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya.


" AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH." Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yangBegitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah... With Love to All Father " JIKA KAMU MENCINTAI Ayah mu / sekarang merasa sebagai AYAH KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DIDUNIA INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGI AYAHNYA & Dan Mencintai Kita Sebagai Seorang Ayah". Note: Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlahYang terbaik untuknya.... ......... ........Berbahagialah yang merasa sebagai ayah. Dan lakukanlah yang terbaik Buat keluarga kita........ ......... ...
Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah ,mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.


Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti." Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anakWanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan. Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"

Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban Sang Bunda. Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran. Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini. "Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga,Dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. " "Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. " "Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkaliDia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. " "Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya." "Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnyakeletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. " "Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara."


"Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan,Bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi." "Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluargabahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. " "Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat." Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilikAyahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya.


"AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."


Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yangBegitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah... With Love to All Father


"JIKA KAMU MENCINTAI Ayahmu / sekarang merasa sebagai AYAH KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DIDUNIA INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGI AYAHNYA & Dan Mencintai Kita Sebagai Seorang Ayah".


Salam dari seorang anak yang sudah tidak punya ayah lagi.....

Ayahku sudah berbahagia bersama Bapa di surga.

Renungan ini semoga berguna bagi anak-anakku.........